BLOGGER TEMPLATES AND MySpace 2.0 Layouts »

Jumat, Juni 18, 2010

cinta...

saat kamu ada disekitarku, aku rasakan apa itu kasih sayang. aku ternyata masih cinta, masih mencintaimu. aku merindukan, semua hal tentang dirimu. aku tak pernah bisa melawan kata hati, bahwa engkau memang sungguh berarti. engkau hiasi hidupku, walau sebentar saja. aku pergi, karna aku mencintaimu. aku pergi, bukan karna aku tak setia. aku pergi, karena tak ingin kau terluka.

cinta sejati itu tak memandang kekurangan. aku pergi, karna aku tak sanggup lakukan itu. slalu ada cacatmu di mataku. tapi, aku bukan hakim untuk hidupmu. aku pergi, karna aku ingin berubah... menjadi lebih baik. menjadi orang yang bisa mengasihi sepenuhnya. bukan karna harta dan wajah semata. aku ingin mencintaimu dengan tulus, dengan sederhana. tanpa alasan, tanpa pemberitahuan.

cinta yang sederhana... seperti puisi di ulangan bahasa Indonesia, aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu terhadap api, yang menjadikannya abu. mungkin itulah yang disebut cinta. tapi, apa api juga mencintai abu? aku tidak akan munafik. aku pasti menginginkan seseorang saat aku mencintainya. aku bukan orang yang asal dia bahagia. buatku, cinta itu, saat semua orang bahagia. bukan hanya satu pihak. itu bukan cinta yang tulus buatku. itu pengorbanan yang bodoh!

cintaku itu cinta yang egois. cinta yang aku juga ingin memilikkinya. karena cinta ini bukan hanya dia yang rasa. cinta itu bukan kita menangis saat dia bahagia. cintaku itu cinta yang kita tertawa bersama, bukan cinta yang salah satunya meratap sementara yang lain bernyanyi gembira. mungkin itu nafsu, tapi itu dinamika cinta. apa cinta harus selalu berkorban tanpa harus merasakan perngorbanan orang lain?

mungkin akan lengkap jika saat kita berkorban, maka orang lain berkorban untuk kita, dan ada orang lain lagi berkorban untuknya, hingga seterusnya. tapi dimana ada kata saling mencintai bila seperti itu? bukankah aku hanya akan menangis saat berkorban dan bangga saat orang lain berkorban untuk kita. apa indahnya?

cinta itu kita. saat aku mencintaimu dan kamu mencintaiku. cinta kita itu bukan cinta sepihak, bukan cinta yang hanya satu orang yang rasa. cinta itu saat aku dan kamu tertawa bersama. bukan saat kamu tertawa dan aku 'tersenyum' penuh luka. aku memang manusia egois, tapi apa ada manusia yang tidak hidup dengan rasa egois. ayolah, jangan munafik. jangan berpura-pura aku relakan dia asal dia bahagia, tapi menangis sembunyi-sembunyi.

0 komentar: